POPULER
-
Banyak hal yang sebenernya bisa gue ceritain disini.. tapi akhir-akhir ini gue jadi agak males buat nulis. Entah kenapa..hehe Sebelum g...
-
“Hari telah berganti, tak bisa ku hindari. Tibalah saat ini bertemu dengannya. Jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat. Akankah aku u...
-
Akhirnya setelah cukup lama gue bisa nulis lagi.. Semalem gue degerin lagunya Jikustik yang liriknya gini “Kapan lagi ku tulis untu...
-
Sebagai seorang Sheila Gank (Fans Sheila On 7) yang bisa di bilang cukup fanatik, banyak orang sering bertanya kepadaku tentang Sheila ...
-
Nasib terbaik adalah tidak pernah di lahirkan.. Yang kedua dilahirkan dan mati muda.. Dan yang tersial adalah berumur tua.. Berbahagi...
-
Entah kenapa aku ingin menulis artikel dengan tema seperti ini. sebenarnya ini adalah sebuah "fenomena" yang sudah lama terjadi,...
-
7 mei 2011 Sore itu. Aku masuk di sebuah kafe yang berada di jalan pandanaran. Kafe dengan interior klasik, yang dikelilingi dengan ...
Rabu, 15 Mei 2013
Angin
berhembus menerpaku..
Memecah
keheningan malam..
Membuat
pepahonan berbisik lirih..
Purnama
tersenyum sipu melihatku..
Menembah
keramaian malam..
Yang di
taburi ribuan bintang..
Menjadikan
malam sangat indah..
Deburan
ombak seakan berteriak tertawa..
Mengingatkanku
tentang dirimu..
Menghempsakan
karang lautan dan menyapu hamparan pasir..
Biarlah
angin memecah keheningan malam..
Biarlah
purnama tersenyum melihat tingkahku..
Biarlah
ombak berteriah dan tertawa kepadaku..
Aku
memang lemah di saat bersamamu..
Aku
hanya bisa terdiam di hadapanmu..
Tak
berani bicara dan berkata, bahwa aku mencintaimu..
Januari, 2005
Label:
Sajak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
weleeehhh,,,, wow kak